Dokter Bola

Berita Bola Indonesia – Duel dua tim asal Jawa Timur, Persela Lamongan dan Arema Cronous berakhir antiklimaks. Kedua tim harus puas bermain imbang 0-0 dalam laga keras yang diwarnai dua kartu merah. Tandang ke Stadion Surajaya, Rabu (22/5) petang WIB, Arema mendapat perlawanan sengit dari Persela. Bahkan, dalam 10 menit pertama anak-anak asuh Rahmad Darmawan banyak ditekan.

Persela yang mengandalkan Samsul Arif sebagai ujung tombak membuka peluang pada menit ke-5. Sayang, tendangan Samsul masih terlalu lemah sehingga mudah diantisipasi Kurnia Meiga.

Tiga menit berselang, giliran Gustavo Lopez yang punya peluang emas. Gelandang asal Argentina melepas tendangan bebas yang sayangnya hanya membentur tiang gawang.

Arema yang dipaksa main bertahan, kembali menerima ancaman. Kali ini lewat Mario Costas. Namun, Meiga tampil brilian dengan menepis tendangan keras striker Argentina tersebut.

Secara keseluruhan, Arema terlihat kesulitan membongkar rapatnya pertahanan Persela yang bermain solid. Beberapa kali upaya yang dibangun Greg Nwokolo, Christian ‘El Loco’ Gonzales dan Keith Kayamba Gumbs berhasil diredam pemain belakang Persela. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Arema mulai tampil lebih menyerang. Peluang pertama didapat Greg pada menit ke-50. Merangsek ke kotak penalti dengan kawalan Roman Golian, striker naturalisasi Timnas Indonesia ini bisa melepaskan tembakan, sayang masih bisa digagalkan Choirul Huda.

Tensi pertandingan meningkat memasuki pertengahan babak kedua. Ketidakmampuan membobol gawang lawan, membuat pemain Arema dan Persela bermain cukup keras.

Imbasnya, Persela harus bermain dengan 10 pemain, menyusul kartu merah langsung yang diterima Djayusman Triasdi. Mantan bek Persisam ini tertangkap kamera dengan sengaja menahan laju bola dengan tangannya.

Unggul jumlah pemain, Arema makin ngotot melancarkan tekanan, demi bisa meraih kemenangan dan menggusur Persib Bandung dari posisi dua klasemen. Namun, alih-alih mencetak gol, Skuad Singo Edan juga harus kehilangan satu pemainnya.

Bek andalan yang juga punggawa Timnas Indonesia, Victor Igbonefo menerima kartu kuning kedua pada masa injury time, akibat melakukan pelanggaran keras terhadap Costas di luar kotak penalti. Gustavo Lopez yang mengambil tendangan bebas terakhir, juga gagal menjaringkan bola ke gawang. Skor 0-0 bertahan hingga laga usai.

Dengan hasil ini, Arema gagal menyalip Persib di posisi dua. Namun, tambahan satu angka membuat anak asuh Rahmad Darmawan naik satu strip menggusur Sriwijaya FC di posisi tiga. Dengan koleksi poin sama, 39, Arema berhak berada di atas SFC karena unggul selisih gol. Sementara Persela juga naik satu strip ke posisi 10 dengan koleksi 23 poin (sama dengan poin Persiwa Wamena).

Line up pemain:
Persela: Choirul Huda, Taufiq, Golian, Djayusman, Syaiful, Jimmy, Lopez, Dhanu, Zainal, Costas, Arif

Arema: Meiga, Thierry, Munhar, Igbonefo, Kipuw, Gumbs, Hendro, Dedi, Sunarto, Greg, Gonzales

Berita Bola Indonesia – Persibo Bojonegoro masih masih menyimpan ironi dalam memberikan solusi pada tim sejauh ini. Walau telah mengontrak 14 pemain, nyatanya Pelatih Gusnul Yakin justru belum mendapatkan gaji selama lima bulan. Gusnul pun mulai gerah dengan posisinya.

Dalam dua hari latihan setelah libur, Gusnul belum menampakkan diri di antara tim Laskar Angling Dharma. Dia dikabarkan mulai malas mengawal tim asuhannya karena belum mendapatkan kepastian soal gajinya selama menangani tim kebanggaan Boromania.

Praktis, latihan rutin untuk persiapan laga Indonesian Premier Leagur (IPL) kontra Persebaya sedikit terganggu. Apalagi dua pemain asing resmi tidak mau melanjutkan kerja di Bojonegoro, yakni Marcello Cirelli yang pulang ke negaranya dan Han Ji Ho yang gusar karena belum ada kepastian.

Latihan pun hanya dipimpin Ssisten Pelatih Bambang Pramudji. Sedangkan Bambang sendiri posisinya juga kurang bagus karena tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga harus merangkap jabatan. “Gusnul belum datang. Dia selama ini mengeluh belum ada kepastian gaji,” kata Bambang.

Sayang Gusnul sendiri hingga Rabu (22/5) belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi, telepon genggamnya tidak aktif. Informasi yang diperoleh, mantan pelatih Arema Malang dan Persik Kediri ini masih berada di Malang dan baru kembali jika manajemen membayar gajinya.

Gusnul Yakin ditunjuk sebagai pelatih Laskar Angling Dharma pada akhir Desember 2012 menggantikan Paulo Camargo. Walau telah membentuk tim dan mengawal skuat Persibo ke AFC Cup serta IPL, nyatanya dia belum mendapatkan haknya selama berada di Bojonegoro.

Manajemen Persibo juga belum bisa memastikan kapan bakal menyelesaikan persoalan gaji pelatih. Sedangkan pemain sendiri saat menandatangani kontrak juga belum dibayar karena memakai sistem gaji bulanan. Dengan begitu tidak ada down payment sebesar 25% layaknya pemain menandatangni kontrak.

“Kami memang sedang mengalami kesulitan keuangan dan terus mencari solusi untuk menanganinya. Sulit bagi kami kalau menyelesaikan semua persoalan keuangan secara bersama-sama. Sedangkan untuk sewa lapangan saja kami belum bisa membayarnya,” ungkap Manajer Persibo Nur Yahya.

Kabarnya, pengelola lapangan Reso Truno Pacul yang selama ini menjadi aktifitas latihan Persibo bakal melayangkan tagihan ketiganya. Jika belum juga membayar sewa lapangan yang menumpuk hingga hampir Rp10 juta, maka Persibo dilarang latihan di lapangan tersebut.

Berita Bola Indonesia – Prediksi Persik Kediri di Divisi Utama Liga Indonesia 2013. Persik Kediri tinggal menyelesaikan tiga pertandingan di fase grup Divisi Utama untuk bisa memasuki babak 12 besar. Setelah merontokkan tuan rumah PS Rheza Mojokerto Putra 5-1, Persik tinggal menyelesaikan tiga laga mudah untuk menjadi juara Grup 3.

Hingga pertandingan kesembilan, Macan Putih sama sekali belum tersentuh kekalahan. Tiga pertandingan di putaran dua, yakni kontra PS Madiun Putra, Persis Solo dan PS Rezha Mojokerto Putra dilalui dengan gemilang. Kini Persik menatap tiga laga sisa yang tak bergitu berat.

Diawali dengan melawat ke markas Persewangi Banyuwangi, diprediksi Persik juga bisa memenangi laga. Sedangkan dua pertandingan terakhir dihelat di Stadiob Brawijaya, Kediri, menjamu PPSM Magelang dan PSIM Yogyakarta. Praktis, Persik hanya tinggal mengkavling juara grup.

Jika bisa memenangi laga kontra Persewangi pada 27 Mei mendatang, maka juara grup sudah dalam genggaman Macan Putih. Persik selanjutnya tinggal melakoni pertandingan yang tidak lagi menentukan, yakni menghadapi PPSM Magelang dan Persis Solo.

Persik sekarang berada di puncak klasemen dengan 22 angka, disusul PS Rezha Mojokerto Putra dengan 18 poin. Jika menang lawan Persewangi, maka tim kebanggaan Kota Tahu sudah memastikan sebagai juara grup 3 karena sudah tidak terkejar peringkat ketiga yang ditempati PSIM Yogyakarta dengan 14 angka.

Pelatih Persik Kediri Aris Budi Sulistyo mengatakan dirinya belum berpikir muluk soal promosi ke Indonesia Super League (ISL).Menurutnya jalan ke sana masih sangat panjang dan dia menginginkan timnya fokus dulu pada tiga pertandingan terakhir di fase grup.

“Persik harus konsentrasi di tiap pertandingan sisa putaran grup. Babak 12 besar nanti akan sangat sulit dan belum saya pikirkan. Saya lihat pesaing dari grup lain juga bagus-bagus. Sekarang saya pilih mempersiapkan tim menghadapi Persewangi. Kalau urusan babak 12 besar nanti ada waktunya sendiri,” katanya merendah.

Persik menjadi salah satu tim paling fenomenal di putaran grup Divisi Utama versi PT Liga Indonesia. Oliver Makor dkk belum pernah mencicipi kekalahan sepanjang sembilan pertandingan di Grup 3. Catatan ini merupakan yang terbaik di level Divisi Utama musim ini.

Tapi perjalanan bukan berarti lebih gampang. Setelah fase grup, nantinya diambil 12 tim terbaik yang terdiri dari juara grup dan runner up. Mereka dipertandingkan dengan sistem home-away, dan kemudian disaring lagi menjadi empat tim untuk menuju babak semifinal.

“Rekor kami Sangat bagus di babak grup. Tapi nanti kami akan bertemu dengan tim-tim yang lebih bagus di babak 12 besar. Saya tidak mau terlalu percaya diri dulu karena semua masih bisa terjadi. Tanpa permainan yang stabil, catatan kami ini tidak akan ada artinya,” beber Aris.

Persik melakukan perekrutan yang efisien di putaran dua ini, salah satunya mendatangkan Qischil Gandruminny dengan status pinjaman dari Arema Cronous. Qischil yang beberapa musim lalu memperkuat Persik Kediri, telah menggelontorkan dua gol ke gawang PS Rezha Mojokerto Putra.

Pemain yang bisa berposisi sebagai gelandang serang atau striker ini bisa menjadi solusi buntunya lini depan yang selama ini menjadi penyakit Macan Putih.

Berita Bola Indonesia – Prediksi Persepam VS Gresik United 23 Mei 2013. Persepam Madura United (P-MU) tampaknya sudah tidak sabar untuk mendapatkan angka absolut di putaran dua Indonesia Super League (ISL). Menjamu Persegres Gresik United di Gelora Bangkalan, Kamis (23/5), Persepam bakal mengambil segala kesempatan untuk memenangkan pertandingan.

Salah satunya adalah merancang skenario bermain super ofensif untuk memperbesar peluang mencetak gol. Berhasil menahan imbang Persegres di putaran pertama silam, Persepam optimistis bisa memang di depan pendukung sendiri. Pelatih Persepam Daniel Roekito menyatakan timnya akan terus membombardir pertahanan Persegres.

Sapeh Kerap, julukan Persepam, menyiapkan formasi 4-3-3 untuk mempertajam penetrasi ke kubu tim tamu. Daniel hampir dipastikan memasang tiga striker sekaligus, yakni Zaenal Arif, Emanuel Linkers, serta Busari. Mobilitas ketiganya dipercaya bisa menjadi momok di benteng Persegres.

“Saya pasti akan menurunkan strategi menyerang. Formasinya bisa 4-4-2 atau 4-3-3, tergantung bagaimana nanti kondisinya di lapangan. Saya rasa kami memiliki potensi untuk mengalahkan Persegres dan untuk itu tim harus menciptakan sebanyak mungkin peluang,” beber Daniel Roekito.

Walau memainkan tiga striker sekaligus, menurutnya lini tengah masih bisa terjaga dan bisa bersaing dengan lima gelandang Persegres. Sebab ada pemain anyar yang sudah menunjukkan performa memuaskan, seperti Christian Gomez dan Aditya Putra Dewa. Walau diwarnai pencoretan Amadou Konte, Daniel yakin tim tak terpengaruh.

Jelang pertandingan kontra Persegres, tim kebanggaan Kaconk Mania hampir mencapai kesepakatan dengan striker Alain N’kong untuk mengganti Amadou Konte. Namun karena kepastian kontraknya belum diperoleh, Persepam masih kesulitan menyertakannya dalam susunan pemain.

Soal kekuatan Persegres, Daniel menaruh perhatian pada sosok Aldo Baretto dan agresifitas lini kedua. Dia berencana memupus pasokan bola dari lini kedua kepada striker tunggal di depan. “Lini kedua Persegres bagus. Mereka yang bisa menjadi kunci permainan,” tuturnya.

Bek tengah Aboubakar Sillah hampir dipastikan mendapatkan tugas untuk melumpuhkan kepala Aldo Baretto yang terkenal membahayakan. Dia bakal bergantian dengan Fachruddin Wahyudi dalam mengawal pemain Persegres yang berpotensi membuat bahaya di pertahanan.

Di pertandingan ini Persepam berkomitmen menjadikan Gelora Bangkalan menjadi ‘kuburan’ bagi tim-tim yang datang ke sana. Maklum, di putaran pertama lalu terlalu banyak poin yang terbuang di kandang, sehingga tim berkostum loreng ini masih sangat labil.

Sementara, kubu Persegres tak mau kalah. Strategi ofensif tuan rumah bakal diladeni dengan performa agresif. Klub asal Kota Pudak ini bakal menerapkan permainan serupa kala mereka meladeni Persipura Jayapura pekan lalu. “Kira-kira strateginya seperti itu,” kata Widodo C Putro, pelatih Persegres.

“Kami sudah mampu bermain giras (bersemangat) dan berupaya mempertahankan itu di Gelora Bangkalan. Saya sudah memprediksi Persepam bakal bermain menyerang karena mereka ingin menang. Justru kami akan mencoba mencari kesempatan saat mereka lengah di pertahanan,” lanjut Widodo.

Skema 4-2-3-1 tampaknya sudah menjadi formasi paten bagi Widodo C Putro. Aldo Baretto disokong tiga gelandang yakni Siswanto, Shohei Matsunaga dan Ngon Mamoun. Sayang skema ini kurang tajam dan hanya menceploskan satu gol dari dua pertandingan kandang.

Untuk menutupi produktifitas yang terlalu tergantung pada sosok Aldo Baretto, Widodo menganjurkan timnya memperbanyak intensitas tendangan jarak jauh. Ini sudah pernah dilakukan kala menghadapi Persipura, namun kurang optimal dengan impresifnya permainajn kiper lawan Yoo Jae Hoon.

Prakiraan susunan pemain:

Persepam Madura United (4-3-3):
Alfonsius Kelvan (gk), Michael Orah, Aboubakar Sillah, Fachruddin Wahyudi, Denny Rumba; Christopher Gomez, Ali Khadaffi, Aditya Putra; Busari, Zaenal Arif, Emanuel Linkers.

Persegres Gresik United (4-2-3-1):
Hery Prasetya (gk), Diogo Santos, Ambrizal, Sasa Zecevic, Erol Iba; Agus Indra, Kacung Munif; Siswanto, Ngon Mamoun, Shohai Matsunaga; Aldo Baretto.

Berita Bola Indonesia – PSSI menerima hukuman berupa denda akibat ulah oknum suporter Timnas Indonesia. Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mendapatkan denda sebesar 15.000 dolar AS (sekitar Rp 142,5 juta) dari AFC. Denda tersebut diberikan lantaran pelanggaran sejumlah aturan dari suporter tim nasional Indonesia.

Keputusan itu dikeluarkan oleh Komite Disiplin AFC di situs resmi mereka. Hukuman untuk PSSI tersebut dibeberkan bersama dengan sejumlah hukuman lain yang diberikan kepada tim atau federasi lainnya.

Dalam keputusannya, Komite Disiplin AFC memberikan denda sebesar 10.000 dolar AS karena para suporter timnas Indonesia menyalakan petasan dan melempar botol ke lapangan dalam laga melawan Arab Saudi pada 23 Maret silam.

Tambahan denda sebesar 5.000 dolar AS diberikan karena insiden serupa dalam empat pertandingan berbeda tahun lalu. PSSI punya waktu 30 hari untuk membayar denda itu, terhitung sejak hukuman diputuskan, Senin (20/5/2013).

Keempat pertandingan yang dimaksud adalah pertandingan melawan Australia pada 5 Juli, Timor Leste pada 7 Juli, Makau pada 10 Juli, dan Singapura pada 15 Juli.

Komite Disiplin AFC juga menyebut, Indonesia bakal bermain tanpa penonton jika insiden serupa terulang lagi dalam dua tahun ke depan.