Beberapa Calon Stadion Venue Piala Dunia 2021 U20

Beberapa Calon Stadion Venue Piala Dunia 2021 U20 – PSSI mengakui FIFA sudah menyepakati enam stadion yang akan jadi venue Piala Dunia U-20 pada 2021 akan datang. Keenamnya yaitu, Stadion Penting Gelanggang olahraga Bung Karno (SUGBK), Stadion Gelora Bung Tomo, Stadion Manahan, Stadion Kapten I Wayan Dipta, Stadion Sang Jalak Harupat, serta Stadion Jakabaring. Enam venue itu adalah hasil seleksi dari 11 calon venue yang sudah diputuskan awalnya.

Berikut perincian 6 stadion yang bisa menjadi venue Piala Dunia U-20 2021:

SUGBK, Jakarta.
SUGBK, Jakarta.

1.SUGBK, Jakarta.

Stadion Penting Gelanggang olahraga Bung Karno, Senayan, Jakarta dapat disebutkan jadi venue yang paling siap untuk mengadakan laga Piala Dunia U-20 2021 akan datang. SUGBK baru saja alami perbaikan keseluruhan mendekati Indonesia jadi tuan rumah Asian Games 2018. Bangku penonton yang telah single seat, rumput yang tetap dijaga dan sarana simpatisan yang termasuk komplet jadi keunggulan stadion memiliki 77.193 penonton.

Gelora Sriwijaya, Palembang.
Gelora Sriwijaya, Palembang.
2.Gelora Sriwijaya, Palembang.

Stadion yang diketahui dengan nama Stadion Jakabaring ini diklaim untuk stadion multifungsi paling besar ketiga di Indonesia. Stadion ini sering kali mengadakan beberapa moment berskala internasional, diantaranya laga sepak bola putri di Asian Games 2018 kemarin. Stadion memiliki capai 45 ribu penonton ini adalah home base dari Sriwijaya FC, club yang sekarang ini tampil di Liga 2. Dekat mengadakan beberapa moment internasional membuat sarana didalamnya cukup oke, dari mulai single seat, ruangan tukar pemain serta yang lain. Stadion Jakabaring adalah salah satunya stadion yang mengadakan laga di Piala Asia 2007 untuk pendamping Stadion Penting Gelanggang olahraga Bung Karno. Hasil pengecekan AFC jadikan stadion ini satu diantara tiga stadion standard A AFC di Indonesia.

Stadion Mahahan, Solo.
Stadion Mahahan, Solo.
3.Stadion Mahahan, Solo.

Semenjak awal disebutkan jadi salah satunya calon venue Piala Dunia U-20 2021, Stadion Manahan Solo telah jalani perbaikan keseluruhan. Serta proses perbaikannya telah usai serta diresmikan langsung Presiden Joko Widodo pada Februari 2020 kemarin. Perbaikan stadion kebanggaan masyarakat Solo itu disebutkan menelan ongkos capai Rp301,33 miliar. Rumput sejenis Zoysia Japonica yang digunakan diklaim sama juga dengan tipe rumput yang dipakai di Stadion Gelanggang olahraga Bung Karno. Di saat pantauan, Ketua PSSI, Mochamad Iriawan menyebutkan kualitas Stadion Manahan telah sesuai standard FIFA. Hal tersebut nampak dari detail sarana yang ada seperti jejeran bangku mode single seat dengan keseluruhan capai 20 ribu penonton , ruangan tukar pemain yang sejumlah empat, kamar mandi, ruangan wasit serta official, dan tempat pemanasan.

Sang Jalak Harupat, Bandung.
Sang Jalak Harupat, Bandung.
4.Sang Jalak Harupat, Bandung.

Stadion yang awalannya pernah jadi kandang Persib Bandung itu dibuat pada 2003 serta akhir kali diperbaiki pada 2016 lalu saat Jawa Barat jadi tuan rumah Minggu Olahraga Nasional (PON) ke 19. Stadion memiliki 27 ribu penonton dengan single seat itu memulai bersolek. Dari mulai tambahan lapangan latihan, sampai penerangan lampu berstandar FIFA.

5.Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya

Stadion Gelora Bung Tomo sekarang mulai bersolek menyongsong Piala Dunia U-20 2021 akan datang. Tidak cuma perbaikan di terlihat luar, sampai sarana simpatisan untuk penuhi standarisasi lapangan yang diputuskan FIFA. GBT harus juga mengganti bangku penonton memiliki capai 55 ribu orang itu. Karena, FIFA mewajibkan venue memakai single seat, kecuali perbaikan rumput stadion.

Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali
Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali

6.Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali

Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar, Bali adalah salah satunya stadion yang beberapa kali sudah mengadakan laga internasional. Kecuali sempat digunakan untuk pertandingan Tim nasional Indonesia versus Vietnam di Kwalifikasi Piala Dunia 2022, stadion memiliki 25 ribu penonton itu digunakan Bali United di Piala AFC pada Februari kemarin.

Sarana komplet serta kekinian jadi salah satunya fakta dipilihnya stadion di Pulau Dewata itu jadi venue Piala Dunia U-20 2021 akan datang.

Pemkab Bandung Sambut Piala Dunia U-20 di Sang Jalak Harupat

Bupati Bandung Dadang M Naser menyongsong positif referensi Stadion Sang Jalak Harupat (SJH) untuk salah satunya venue Piala Dunia U-20 pada 2021 akan datang. “Alhamdulillah, FIFA telah menunjuk SJH atas referensi PSSI. Sampai sekarang ini perawatan teratur masih dilaksanakan walau pada kondisi epidemi Covid-19. Lapangan latihan yang ada telah dilihat serta telah representatif, sebab telah berskala internasional,” katanya dalam info wartawan.

Kecuali moment itu, menurut dia SJH siap juga gelar kembali lagi Liga 1 2020. Akan tetapi dia memperingatkan pada pihak pelaksana untuk selalu mengaplikasikan prosedur kesehatan yang ketat. “Kabupaten Bandung telah zone biru Covid-19, SJH silahkan telah bisa mulai dipakai untuk home base Persib. Pada pihak pelaksana, aku minta untuk mempersiapkan thermo gun, siapkan tempat bersihkan tangan, petugas menggunakan masker, serta ada penataan jarak atau physical distancing,” tutur Dadang.

Dia mengharap, SJH tidak cuma jadi tempat berlaga, dan juga tempat pendidikan buat beberapa olahragawan beberapa cabang olahraga.” Jangan kita membeli olahragawan di luar, hadirkan saja pelatihnya, supaya kita dapat melahirkan olahragawan andal kelas dunia,” tuturnya. Disamping itu, Kepala Dinas Pemuda serta Olahraga Kabupaten Bandung Marlan Nirsyamsu menjelaskan, bila memang dibutuhkan penyediaan lapangan latih penambahan akan dikerjasamakan pembangunannya dengan Kementerian PUPR. Sesaat, dari tersedianya sarana lain masih dibutuhkan beberapa perbaikan serta penambahan.

“Lampu stadion standard FIFA itu 2.500 lux, sedang di SJH ini baru 2.000 lux. Penambahan sarana audio skema diperlukan, sebab sejauh ini kami sewa,” tuturnya. Marlan menjelaskan, sampai sekarang ini faksinya sudah lakukan perbaikan prasarana stadion kebanggaan warga Kabupaten Bandung itu. Diantaranya perbaikan plumbing, atap podium serta bangku penonton. “Kami sudah lakukan pengecatan gelagar stadion, pembangunan penyempurnaan tutup tribun utara serta selatan, dan perbaikan trek atletik,” papar Marlan.

Baca Juga : Bek Tengah Yang Akan Di Beli Chelsea

Pemain Yang Terancam Di Buang Manchester United

Pemain Yang Terancam Di Buang Manchester United Kalau Dapat Jadon Sancho Dan Kai Havertz

Pemain Yang Terancam Di Buang Manchester United tidak sempat sepi dari terjangan issu di bursa transfer. Gosip berkaitan The Reds Devils, julukannya, senantiasa diproses oleh berbagai media di pelosok dunia.

Teranyar, dekati bursa transfer musim panas, Manchester United terus dikaitkan dengan dua pemain. Aslinya dari Bundesliga, ialah center player sayap Borussia Dortmund, Jadon Sancho serta pemain tengah striker Bayer Leverkusen, Kai Havertz.

Dua-duanya dikatakan jadi sasaran khusus Manchester United buat musim depan. The Reds Devils memang butuh penambahan pemain buat menambah mutu biar bisa beradu di arah juara.

Sudah kelamaan Manchester United merasakan kemarau trophy di Premier League. Pasnya enam tahun yang kemarin, disaat masih diselesaikan oleh pelatih legendaris, Sir Alex Ferguson.

Apabila Sancho hadir, pemain berumur 20 tahun ini bakal mendiami urutan center player sayap kanan Manchester United. Bila Havertz menyalip, pemuda berusia 21 tahun itu bakalan berubah menjadi jenderal lapangan tengah The Reds Devils. Ada lima pemain yang terancam bakalan disepak Manchester United apabila merealisasikan transfer Sancho serta Havertz.

Jesse Lingard

Urutan Jesse Lingard bakal terancam apabila Sancho serta Havertz mendarat. Tidak ada lagi slot untuk dia dalam sistem tiga center player menggempur ramuan Ole Gunnar Solksjaer.

Sekian lama ini, Lingard kerapkali bekerja jadi pemain tengah striker serta sayap. Pemain berumur 27 tahun ini mesti persiapan angkat koper pada musim panas kelak.

Juan Mata

Juan Mata baru perpanjang kontraknya berbarengan Manchester United sampai 2021 pada musim panas waktu lalu. Akan tetapi, tempatnya akan tidak aman apabila club menggendong Sancho serta Havertz.

Waktu ini saja, Mata bukan pilihan khusus Solksjaer. Center player asal Spanyol itu baru menghimpun 17 pertandingan di Premier League musim ini. Jadi center player tengah menyambi center player sayap, andilnya bakal berseteru dengan Sancho serta Havertz.

Daniel James

Manchester United diberitakan tengah pertimbangkan buat melepas Daniel James apabila Sancho serta Havertz jadi di bawa. Maklum, urutan center player asal Wales itu berseteru dengan nama ke dua.

James serta Sancho saling bertindak jadi center player sayap kanan. Dengan posisi utamanya pada musim ini, semestinya pemain berumur 22 tahun itu malas berubah menjadi pemain pelapis pada persaingan mendatang.

Andreas Pereira

Andres Pereira berubah menjadi pemain lain yang tempatnya terancam dengan ide manuver Setan Merah menghadirkan Sancho serta Havertz. Dikarenakan, urutan pemain berasal dari Brasil ini serupa dengan dua-duanya.

Pereira biasa main di urutan pemain tengah striker serta sayap. Pemain kelahiran Duffel, Belgia ini memiliki potensi bakal dibuang buat berikan slot terhadap Sancho serta Havertz.

Anthony Martial

Satu pada Anthony Martial atau Bruno Fernandes terancam dipasarkan Manchester United buat mendapat dana fresh buat beli Sancho serta Havertz.

Martial paling memiliki potensi buat dilepaskan dikarenakan Manchester United baru menghadirkan Fernandes pada bursa transfer musim dingin waktu lalu. Striker asal Prancis itu tidak juga merasakan kemajuan yang subtansial sejak mulai di bawa dari AS Monaco pada 2015.

Bonus Besar Bisa Di Dapatkan Solskjaer Kalau Mampu Bawa Manchester United Ke Liga Champions

Manager Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer dapat memperoleh bonus 1 juta pound atau Rp 17,5 miliar jika bawa teamnya ke Liga Champions musim depan. Hal itu masuk satu antara stimulan yang tertera dalam draft kontrak Solskjaer dengan Manchester United.

Kesempatan Manchester United ke Liga Champions benar-benar terbuka. Saat Premier League disetop pada tengah Maret, team Setan Merahnya ada di tempat kelima, tiga point di belakang Chelsea yang ada di posisi keempat.

Bruno Fernandes dkk. punyai peluang besar untuk mendapatkan minimum empat point dalam dua pertandingan ke depan, yaitu kontra Tottenham Hotspur pada pertandingan tandang serta melawan Sheffield United di Old Trafford.

Fakta kenapa team Setan Merah punyai peluang besar ke Liga Champions adalah tidak terkalahkan dalam 11 laga paling akhir.

Tetapi, mereka perlu kerja keras lagi sesudah kalah 1-2 dalam pertandingan uji cona menantang West Brom. Pada pertandingan itu, Bruno Fernandes serta Paul Pogba terpasangkan untuk kali pertamanya. Fernandes cetak gol serta tidak berhasil menyelesaikan penalti.

Spurs kalah dalam laga pertemanan dengan Norwich 1-2. “Laga pertama ialah dua minggu dari ini hari hingga kami perlu tingkatkan training serta memperoleh keunggulan untuk permainan kami lagi,” kata Solskjaer di situs sah Manchester United.

Baca Juga : Tikung MU, Atl Madrid Juga Kejar Timo Werner

Berita Bola Indonesia – Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan hukuman denda kepada tim serta panitia pelaksana pertandingan Persija Jakarta yang bertingkah buruk dalam dua pertandingan. Total, Macan Kemayoran (sebutan Persija) didenda Rp 85 juta.

Denda pertama dijatuhkan Komdis saat tim besutan Benny Dollo itu menjamu Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 10 Agustus lalu. Ketika itu, The Jakmania, sebutan suporter Persija, melakukan pelemparan botol dan menyalakan kembang api.

Hasilnya, panitia pelaksana pertandingan Macan Kemayoran mendapat hukuman berupa denda Rp 75 juta. Denda itu harus dibayarkan paling lambat 14 September 2014.

Selain itu, Macan Kemayoran juga dihukum karena mendapat lima kartu kuning saat menghadapi PBR, 14 Agustus lalu. Lima pemain Persija yang mendapat kartu kuning adalah Ponaryo Astaman, Ismed Sofyan, April Hadi, Ramdani Lestaluhu dan Ngurah Wahyu Trisnajaya.

Akibat tingkah buruk tersebut, Persija harus membayar denda sebesar Rp 10 juta yang paling lambat dibayarkan pada tanggal 21 September 2014.

Berita Bola Indonesia – Rekor gol tercepat Persib Bandung dicetak pada laga ISL 2014 melawan tuan rumah Gresik United. Sebuah rekor baru tercipta ketika Persib bertandang ke rumah Gresik United, Minggu (20/4) kemarin. Pada laga tersebut, tim tamu berhasil mencetak gol tercepat, yakni pada menit ke-5 lewat kaki Ferdinand Sinaga.

“Jadi saya tekankan betul di 10 menit awal untuk bisa mencetak gol,” kata pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman di Bandara Husen Sastranegara,Kota Bandung, Senin (21/4/2014).

Sebelumnya, dari tujuh laga di Indonesia Super League (ISL) 2014 ini, Persib hanya mampu mencetak satu gol pada babak pertama, yang dikemas oleh Djbril Coulibaly ke gawang Barito Putera di menit 22.

Rupanya, Djadjang menjadikan catatan tersebut sebagai tambahan penyemangat bagi pasukan Maung Bandung agar bisa mencetak gol lebih awal.“Pada saat briefing saya sampaikan dalam statistik sebelumnya kita hanya bisa cetak satu gol di babak satu, dan ini jadi motivasi,” ujarnya.

Bagi Djadjang, gol di menit awal bukan hanya sebatas pemecahan rekor statistik saja, melainkan salah satu strategi untuk mengendalikan permainan.“Setelah saya tekan di situ, hasilnya ada bisa terlihat,” tutup pelatih berusia 56 tahun itu. – See more at: http://bola.liputan6.com/read/2040008/rekor-gol-tercepat-persib-tercipta-di-laga-ini#sthash.VVSyGcit.dpuf

Berita Bola Indonesia – Kinerja dari kualitas wasit Indonesia di Indonesia Super League (ISL) 2014 terus mendapatkan sorotan. Tidak bisa dipungkiri peran wasit begitu sentral dalam sebuah pertandingan sepakbola, tidak terkecuali di Indonesia. Di kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014, nyatanya masih ada wasit yang dijadikan kambing hitam kekalahan sebuah klub.

Diawal-awal bergulirnya kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014, peran wasit langsung mendapatkan sorotan. Karena tidak tegasnya sang pengadil memimpin, tidak jarang sebuah laga malah berakhir dengan kericuhan. Dan hal itu terjadi di laga pembuka ISL antara Persebaya Surabaya menjamu Mitra Kukar.

Tidak hanya itu, wasit kembali jadi pihak yang disalahkan dalam laga Persipura Jayapura menjamu Persiba Balikpapan, (20/2). Saking kecewanya dengan kepemimpinan wasit, pelatih Beruang Madu, julukan Persiba, Jaya Hartono, sampai ber-statement Persiba dirampok wasit.

“Kami dirampok wasit. Bagaimana sepakbola kita mau maju kalau fair play tidak ada. Seharusnya kami mendapat penalti, tapi tak diberikan wasit,” ungkap Jaya, kala itu.

Pernyataan keras Jaya soal kinerja wasit yang memimpin laga tersebut yaitu Ahmad Suparman, langsung membuat Komite Wasit PSSI bergerak. Keputusan memberhentikan Ahmad pun diambil. Dan sampai saat ini, wasit asal Bandung tersebut tidak lagi memimpin satu pun laga ISL.

Demi menjaga kinerja wasit, PSSI mencoba berbagai cara. Salah satunya dengan menggelar seminar khusus wasit bertajuk Referee Enhancement Programme, 18-20 Maret, yang lalu. Dari seminar itu, PSSI berharap wasit-wasit di Indonesia bisa menunjukan performa jempolan baik di dalam maupun di luar lapangan.

“Sepakat kita semua jika wasit yang. paling bisa memproteksi sepakbola itu sendiri. Oleh karenanya kami ingin sekali kinerja para wasit tidak harus di posisi yang selalu dibicarakan dalam konteks yang negatif,” ungkap Sekertaris Jendral (Sekjan) PSSI, Joko Driyono.

“Dan kami ingin sekali berjuang dan menunjukan kepada masyarakat luas, jika wasit sebenarnya manusia di atas rata-rata. Yang saya yakin akan bekerja sama dengan elemen di PSSI untuk membuat sepakbola Indonesia menjadi sangat sulit untuk diprediksi,” sambung Joko, yang juga menjabat sebagai CEO PT Liga Indonesia (Liga).

Tidak hanya itu, PSSI dan Komite Media yang bekerjasama dengan 11 media di Tanah Air, juga telah menjalankan program wasit terbaik di setiap bulannya. Penilaian-penilaian yang dilakukan di luar dari aspek-aspek yang menjadi domain dari Komite Wasit itu sendiri.

Di dua bulan (Februari-Maret) pertama kompetisi ISL bergulir, sudah ada dua nama wasit yang terpilih sebagai wasit terbaik di setiap bulannya. Untuk bulan Februari, wasit muda Thoriq Al Khatiri dinobatkan menjadi yang terbaik. Sementara di periode Maret, Maulana Nugraha berhasil menggantikan Thoriq sebagai yang terbaik.

“Semoga dengan saya terima penghargaan wasit terbaik di bulan Maret ini, semoga tidak menjadikan saya sombong dan takabur. Melainkan sebaliknya, dengan adanya penghargaan ini bisa memacu saya bisa lebih baik lagi untuk diri sendiri dan kemajuan sepakbola Indonesia,” harap Nugraha.