Profil Persib Bandung ISL 2014

Berita Bola Indonesia – Inilah Profil Persib Bandung ISL 2014! Persib Bandung bersiap menatap musim  Indonesia Super League (ISL) 2014 dengan satu harapan: Juara! Wajar saja jika manajemen Persib selalu menargetkan pencapaian paling tinggi tiap musimnya, karena tekanan sangat besar diberikan oleh Bobotoh yang sudah 20 tahun lamanya menunggu ingin melihat Persib kembali membawa Piala ke tanah Pasundan.

Nama-nama beken seperti M Taufiq, Ahmad Jufrianto, Abdul Rahman, dan Makan Konate pun mereka datangkan untuk bisa memenuhi dahaga gelar para Bobotoh tersebut.  Dan seiring dengan banyaknya laga uji coba yang digelar oleh Maung Bandung, performa tim pun terus mengalami peningkatan menjelang ISL 2014. Permainan yang diperagakan oleh para pemain pun sepertinya sudah sesuai harapan dari pelatih Djajang Nurjaman, terutama dalam sentuhan akhir.

Meski pada masa persiapan tim Persib ditinggal oleh Sergio van Dijk yang berhasil mencetak 21 gol musim lalu, namun tim kebanggaan masyarakat Jawa Barat itu berhasil mendatangkan tiga penyerang sekaligus.  Dua pemain yang pulang kampung yaitu Tantan dan Ferdinand Sinaga, serta Djibril Coulibaly yang diharapkan akan mampu menambah daya gedor lini depan Persib. Namun belum memulai kompetisi, Coulibaly sudah didepak oleh manajemen karena mengalami cedera metatarsal. Sebagai gantinya, Persib mendatangkan Fortune Udo yang sempat membela Persikab Kabupaten Bandung dan Persiba Bantul.

Sayang, performa yang kurang apik di ajang Inter Island Cup (IIC) 2014 membuat kontrak pemain asal Nigeria itu dibatalkan oleh Persib. Menurut  manajer Persib, Umuh Muchtar, pihaknya ingin melihat kemampuan Udo di turnamen pramusim ini. Namun performanya tidak sesuai dengan harapan.

Hanya memiliki 20 pemain, Persib tetap berjuang di ajang IIC 2014 dengan jadwal yang super padat. Imbasnya, banyak para pemain yang mengalami cedera dan sakit. Namun hal itu tidak menghalangi mereka untuk tetap bermain impresif yang pada akhirnya mendapatkan tiket lolos ke partai puncak menghadapi Arema Cronus. Sayang, partai final turnamen itu mengalami penundaan dalam batas waktu yang belum ditetapkan.

Berbicara soal kompetisi ISL musim ini yang menerapkan format dua wilayah, Persib yang tergabung di wilayah barat berharap bisa mengulangi memori manis ketika berhasil menggondol juara ke tanah Pasundan saat menjuarai Liga Indonesia 1994/95. Saat itu, pertama kalinya kompetisi peleburan antara Galatama dan Perserikatan. Seperti diketahui, pada ISL musim ini juga merupakan unifikasi antara ISL dengan kompetisi Indonesian Premier League (IPL). Formatnya pun menggunakan dua wilayah.

Sementara itu, Umuh mengatakan Maung Bandung harus mampu menghadapi siapa pun calon lawannya nanti. “Soal lawan, mau berat atau ringan kita harus siap menghadapi siapa pun. Yang penting pemain harus siap tempur. Punya hati untuk Persib serta memiliki mental juara,” tegas pria yang khas dengan kumis tebalnya itu.