Sanksi Komdis : Persija Didenda Rp 85 Juta

Berita Bola Indonesia – Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan hukuman denda kepada tim serta panitia pelaksana pertandingan Persija Jakarta yang bertingkah buruk dalam dua pertandingan. Total, Macan Kemayoran (sebutan Persija) didenda Rp 85 juta.

Denda pertama dijatuhkan Komdis saat tim besutan Benny Dollo itu menjamu Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 10 Agustus lalu. Ketika itu, The Jakmania, sebutan suporter Persija, melakukan pelemparan botol dan menyalakan kembang api.

Hasilnya, panitia pelaksana pertandingan Macan Kemayoran mendapat hukuman berupa denda Rp 75 juta. Denda itu harus dibayarkan paling lambat 14 September 2014.

Selain itu, Macan Kemayoran juga dihukum karena mendapat lima kartu kuning saat menghadapi PBR, 14 Agustus lalu. Lima pemain Persija yang mendapat kartu kuning adalah Ponaryo Astaman, Ismed Sofyan, April Hadi, Ramdani Lestaluhu dan Ngurah Wahyu Trisnajaya.

Akibat tingkah buruk tersebut, Persija harus membayar denda sebesar Rp 10 juta yang paling lambat dibayarkan pada tanggal 21 September 2014.

Rekor Gol Tercepat Persib Bandung di ISL

Berita Bola Indonesia – Rekor gol tercepat Persib Bandung dicetak pada laga ISL 2014 melawan tuan rumah Gresik United. Sebuah rekor baru tercipta ketika Persib bertandang ke rumah Gresik United, Minggu (20/4) kemarin. Pada laga tersebut, tim tamu berhasil mencetak gol tercepat, yakni pada menit ke-5 lewat kaki Ferdinand Sinaga.

“Jadi saya tekankan betul di 10 menit awal untuk bisa mencetak gol,” kata pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman di Bandara Husen Sastranegara,Kota Bandung, Senin (21/4/2014).

Sebelumnya, dari tujuh laga di Indonesia Super League (ISL) 2014 ini, Persib hanya mampu mencetak satu gol pada babak pertama, yang dikemas oleh Djbril Coulibaly ke gawang Barito Putera di menit 22.

Rupanya, Djadjang menjadikan catatan tersebut sebagai tambahan penyemangat bagi pasukan Maung Bandung agar bisa mencetak gol lebih awal.“Pada saat briefing saya sampaikan dalam statistik sebelumnya kita hanya bisa cetak satu gol di babak satu, dan ini jadi motivasi,” ujarnya.

Bagi Djadjang, gol di menit awal bukan hanya sebatas pemecahan rekor statistik saja, melainkan salah satu strategi untuk mengendalikan permainan.“Setelah saya tekan di situ, hasilnya ada bisa terlihat,” tutup pelatih berusia 56 tahun itu. – See more at: http://bola.liputan6.com/read/2040008/rekor-gol-tercepat-persib-tercipta-di-laga-ini#sthash.VVSyGcit.dpuf

Raport Kualitas Wasit Indonesia (ISL) 2014

Berita Bola Indonesia – Kinerja dari kualitas wasit Indonesia di Indonesia Super League (ISL) 2014 terus mendapatkan sorotan. Tidak bisa dipungkiri peran wasit begitu sentral dalam sebuah pertandingan sepakbola, tidak terkecuali di Indonesia. Di kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014, nyatanya masih ada wasit yang dijadikan kambing hitam kekalahan sebuah klub.

Diawal-awal bergulirnya kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014, peran wasit langsung mendapatkan sorotan. Karena tidak tegasnya sang pengadil memimpin, tidak jarang sebuah laga malah berakhir dengan kericuhan. Dan hal itu terjadi di laga pembuka ISL antara Persebaya Surabaya menjamu Mitra Kukar.

Tidak hanya itu, wasit kembali jadi pihak yang disalahkan dalam laga Persipura Jayapura menjamu Persiba Balikpapan, (20/2). Saking kecewanya dengan kepemimpinan wasit, pelatih Beruang Madu, julukan Persiba, Jaya Hartono, sampai ber-statement Persiba dirampok wasit.

“Kami dirampok wasit. Bagaimana sepakbola kita mau maju kalau fair play tidak ada. Seharusnya kami mendapat penalti, tapi tak diberikan wasit,” ungkap Jaya, kala itu.

Pernyataan keras Jaya soal kinerja wasit yang memimpin laga tersebut yaitu Ahmad Suparman, langsung membuat Komite Wasit PSSI bergerak. Keputusan memberhentikan Ahmad pun diambil. Dan sampai saat ini, wasit asal Bandung tersebut tidak lagi memimpin satu pun laga ISL.

Demi menjaga kinerja wasit, PSSI mencoba berbagai cara. Salah satunya dengan menggelar seminar khusus wasit bertajuk Referee Enhancement Programme, 18-20 Maret, yang lalu. Dari seminar itu, PSSI berharap wasit-wasit di Indonesia bisa menunjukan performa jempolan baik di dalam maupun di luar lapangan.

“Sepakat kita semua jika wasit yang. paling bisa memproteksi sepakbola itu sendiri. Oleh karenanya kami ingin sekali kinerja para wasit tidak harus di posisi yang selalu dibicarakan dalam konteks yang negatif,” ungkap Sekertaris Jendral (Sekjan) PSSI, Joko Driyono.

“Dan kami ingin sekali berjuang dan menunjukan kepada masyarakat luas, jika wasit sebenarnya manusia di atas rata-rata. Yang saya yakin akan bekerja sama dengan elemen di PSSI untuk membuat sepakbola Indonesia menjadi sangat sulit untuk diprediksi,” sambung Joko, yang juga menjabat sebagai CEO PT Liga Indonesia (Liga).

Tidak hanya itu, PSSI dan Komite Media yang bekerjasama dengan 11 media di Tanah Air, juga telah menjalankan program wasit terbaik di setiap bulannya. Penilaian-penilaian yang dilakukan di luar dari aspek-aspek yang menjadi domain dari Komite Wasit itu sendiri.

Di dua bulan (Februari-Maret) pertama kompetisi ISL bergulir, sudah ada dua nama wasit yang terpilih sebagai wasit terbaik di setiap bulannya. Untuk bulan Februari, wasit muda Thoriq Al Khatiri dinobatkan menjadi yang terbaik. Sementara di periode Maret, Maulana Nugraha berhasil menggantikan Thoriq sebagai yang terbaik.

“Semoga dengan saya terima penghargaan wasit terbaik di bulan Maret ini, semoga tidak menjadikan saya sombong dan takabur. Melainkan sebaliknya, dengan adanya penghargaan ini bisa memacu saya bisa lebih baik lagi untuk diri sendiri dan kemajuan sepakbola Indonesia,” harap Nugraha.