Kondisi Keuangan Arema Indonesia Stabil

Berita Bola Indonesia – Kondisi finansial klub di Indonesia banyak yang tidak stabil, tapi tak begitu dengan Arema Indonesia yang mengaku keuangan mereka dalam kondisi baik. Untuk itu, Arema Indonesia menargetkan posisi runner-up di kompetisi Indonesian Super League (ISL) musim ini. Dukungan finansial tim diakui bisa membawa ke posisi tujuan tersebut. 
“Keuangan kita masih baik. Target runner-up kompetisi tahun ini,” jelas General Manager Arema Indonesia Ruddy Widodo di kantornya Jalan Kertanegara, kota Malang, Selasa (21/5/2013).

Ruddy mengaku, timnya sulit menjadi juara karena Persipura lebih diyakini bakal merajai kompetisi. Pada pertandingan mereka di Stadion Kanjuruhan minggu lalu (12/5), Arema ditekuk “Mutiara Hitam” dengan skor 1-2.

“Sulit untuk juara, runner-up masih memungkinkan,” akunya.

Arema saat ini ada di peringkat keempat klasemen sementara dengan nilai 38 dari 19 pertandingan. Tiga tim yang di atasnya adalah Sriwijaya FC (39), Persib (40), dan Persipura (47).

Kembali kepada kondisi finansial tim, Ruddy mengungkapkan, kenaikan harga tiket ekonomi menjadi alasan bagi manajemen untuk menyokong operasional tim di sisa laga putaran kedua ini.

“Kita punya alasan menaikkan harga tiket. Selain untuk kebutuhan tim, juga lawan yang dihadapi cukup berat. Ini masalah bisnis,” terangnya.

Ia juga menyangkal bahwa peminjaman sembilan pemainnya beberapa waktu lalu disebabkan oleh kondisi keuangan yang sulit. Menurutnya, peminjaman itu semata-mata untuk kepentingan pemain.

“Di Arema mereka banyak di bangku cadangan. Ini bisa memberi peluang mereka supaya sering turn ke lapangan,” sambung Ruddy.

Ia menambahkan, pemangkasan tim juga untuk mendukung rencana mengontrak pemain baru. Selain pemain lokal, Arema juga masih ingin merekrut pemain-pemain asing.

“Slot kita dari Asia. Kalau mau ambil yang baru, kita harus mengurangi yang lama. ‘Kan begitu,” imbuh Ruddy.