Hasil ISL Persipura Kalahkan Persisam 4-1

Berita Bola Indonesia – Hasil pertandingan terbaru ISL 2013 Persipura Jayapura atas Persisam Putra Samarinda dengan skor akhir 4-1 semakin mengokohkan Persipura di puncak klasemen sementara ISL musim ini. Persipura Jayapura mengalahkan tamunya Persisam Putra Samarinda dengan skor akhir 4-1 dalam lanjutan pertandingan Liga Super Indonesia di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Papua, Rabu 12 Juni 2013.

Keberhasilan tim kebanggaan warga Kota Jayapura menambah nilai tiga angka itu didapatkan dari empat gol yang diciptakan masing-masing oleh kapten tim Boas Salossa, pemain bertahan Otavio Dutra, mantan penyerang Persidafon Dafonsoro Patrich Wanggai dan dari Lukas Mandowen. Gol balasan tim tamu Persisam Putra Samarinda diperoleh dari penyerang asing mereka Osas Saha pada masa tambahan waktu babak kedua.

Tim tuan rumah ‘Mutiara Hitam’ langsung menggempur pertahanan ‘Elang Borneo’ julukan Persisam Putra Samarinda, dan kapten tim Boas Salossa berhasil membobol gawang yang dikawal Fauzi Toldo dimenit ke 12.

Gol kapten timnas tersebut tercipta berkat umpan manis pemain tengah Imanuel ‘Manu’ Wanggai di sisi kiri pertahanan anak asuh Sartono Anwar itu. Boas hanya sekali sentuhan kemudian melepaskan tendangan terarah kedalam gawang lawan. Gol tercipta Persipura pun unggul 1-0 atas tim tamu.

Memasuki menit ke 24, gol kedua Persipura tercipta melalui kaki pemain belakang Otavio Dutra yang memanfaatkan sepak pojok. Otavio sempat mengecoh beberapa pemain bertahan kemudian melepaskan tendangan ke gawang Persisam, yang membuat kedudukan menjadi 2-0.

Persisam bukanya tidak ada peluang, berbagai usaha yang dilancarkan penyerang Osas Saha dan kawan-kawan selalu kandas di kaki otavio Dutra dan Ricardo Salampessy yang kokoh menjadi palang pintu terakhir.

Pada babak kedua, tiga gol tercipta. Dua gol oleh tim Persipura lewat kaki Patrich Wanggai paa menit ke 51 yang mendapat umpan  terobosan dari Otavio Dutra dari belakang kemudian melepaskan umpan lewat bawah kaki M Roby.

Patrich yang berdiri bebas dari pengawalan pemain bertahan Persisam Putra samarinda kemudian melepaskan tendangan keras untuk menegaskan keuggulan tuan rumah dengan gol ketiga dalam laga tersebut.

Gol keempat anak asuh Jacksen Fereira Tiago itu tercipta dari pemain pengganti Lukas ‘Lukman’ Mandowen di menit ke 81 setelah mendapat umpan dari Ferynando Pahabol di sisi kiri pertahanan ‘Elang Borneo’. Sedangkan gol hiburan bagi tim tamu dicetak oleh Osas Saha pada tiga menit pertambahan waktu babak kedua, setelah berhasil lepas dari kawalan Yustinus Pae.

Pelatih Persisam Putra Samarinda sartono Anwar mengakui kemenangan tim tuan rumah. “Kualitas Persipura di atas Persisam. Kecepatan, cara bermain dan mengolah bola, Persipura lebih baik dari kami, tapi saya puas dengan penampilan anak-anak yang telah bermain maksimal,” katanya.

Sedangkan pelatih Persipura Jayapura Jacksen F Tiago bersyukur timnya bisa menang besar padahal sebelum pertandingan pelatih timnas senior itu sempat was-was dengan Persisam. “Saya sempat was-was dengan keadaan beberapa pemain yang bergabung kembali setelah bermain untuk timnas senior. Tapi puji Tuhan, anak-anak bermain penuh semangat melawan pemain-pemain muda Persisam,” katanya.

Dengan kemenangan ini Persipura tetap bertahta di puncak klasemen sementara ISL dengan 60 poin dari 24 penampilan mereka, sedangkan Persisam tertahan di peringkat ketujuh dengan nilai 32 dari 23 kali melakoni pertandingan.

Rekor Skor Kemenangan Terbesar ISL 9-0

Berita Bola Indonesia – Rekor skor kemenangan terbesar di Indonesia Super League (ISL) sepanjang massa tercipta pada pertandingan Persela Lamongan VS PSPS Pekanbaru yang berakhir dengan skor 9-0. Persela Lamongan mencetak rekor kemenangan terbesar sepanjang Indonesia Super League (ISL). Menjamu PSPS Pekanbaru di Stadion Surajaya, Rabu 12 Juni 2013 sore, Persela menang dengan skor luar biasa, 9-1. Ini sekaligus rekor kemenangan terbesar dalam sejarah keikutsertaan Persela di ISL. 
Lebih jauh, 9-1 adalah rekor skor terbesar di ISL dalam satu pertandingan. Kemenangan ini sungguh tak terduga walau terbaca di menit-menit awal, ketika sudah unggul 2-0 saat pertandingan baru berjalan delapan menit. Taufik Kasrun dan Gustavo Lopez mengawali pesta Laskar Joko Tingkor sore itu.

Walau tim tamu sempat memperkecil skor melalui gol bunuh diri Djayusman Triasdi, pesta ternyata tidak terhenti. Selanjutnya, Dedi Indra, Mario Costas (tiga gol), Fandi Eko Utomo (dua gol), serta Jimmy Suparno, menggilir gawang PSPS yang semakin terpojok di dasar zona degradasi.

Terlalu sulit membuat kesimpulan, apakah permainan Persela yang sangat bagus atau PSPS yang sangat buruk. Yang jelas tim tamu tidak melakukan banyak hal di lapangan selain memungut bola dari gawang. Pantas menjadi catatan adalah striker Persela Fandi Eko utomo dan Mario Costas.

Mario Costas akhirnya mengakhiri kemarau gol dengan hattrick setelah lama mandul. Bahkan sebagian besar LA Mania, supporter Persela, mungkin sudah tidak ingat lagi kapan dia terakhir mencetak gol. Sedangkan Fandi mencatat produktifitas impresif dengan mencetak empat gol dalam dua laga terakhir.

Fandi sebelumnya memborong gol Persela kala bermain imbang 2-2 di kandang Pelita Bandung Raya. Pelatih caretaker Persela Didik Ludiyanto cukup jeli mengamati grafik permainan anak muda ini. Langsung didorong sebagai striker menemani Costas, dia kembali mencetak dua gol ke jala PSPS.

Striker Samsul Arif pun hanya menjadi pemain pengganti dan tidak sempat menemukan jala di laga itu. “Terima kasih kepada pemain. Kami memang berkomitmen untuk bangkit setelah gagal menang di kandang Pelita Bandung Raya. Ini hasil yang membanggakan,” cetus Didik Ludiyanto selepas laga.

“Saya telah menginstruksikan untuk menekan terus sejak awal pertandingan. Saya tidak akan bisa tidur nyenyak sebelum posisi Persela di klasemen lebih baik,” lanjutnya. Soal dicadangkannya Samsul Arif, menurut Didik murni karena dia menginginkan ada penyegaran.

Dia menilai Fandi secara mental sangat siap bertarung setelah mencetak dua gol ke gawang PBR. Benar saja, walau berstatus pemain paling muda di tim Biru Laut, dia terlihat nyaman sepanjang pertandingan dan mencetak dua gol yang cukup apik ke gawang Susanto, kiper PSPS.

Di luar dugaan, pihak PSPS ternyata tidak terlalu terpukul dengan hasil ini. Justru mereka sedikit lega karena skor tidak sampai dua digit atau melebihi 10 gol. “Saya hanya khawatir skor dua digit karena pemain tidak melakukan apa-apa di lapangan,” tutur pelatih PSPS Afrizal Tanjung.

Dia menyebut faktor persiapan jelang pertandingan yang kurang optimal sebagai biang kekalahan berat timnya. “Bukan saya mencari kambing hitam, tapi ada banyak pemain saya yang kelelahan. Persela bermain sangat prima dan kami kalah segala-galanya,” aku Afrizal. Dia juga menuturkan soal keberangkat ke Lamongan yang sempat terganggu, sekaligus banyaknya pemain yang kurang berpengalaman di level satu.

Persibo Bojonegoro 3 Kali Kalah WO di IPL

Berita Bola Indonesia – Persibo Bojonegoro kembali kalah dengan cara memalukan di kompetisi Indonesia Premier League (IPL) musim ini. Persibo Bojonegoro mencatat hattrick kekalahan walk over (WO) di pertandingan kandang. Itu setelah pertandingan lawan Persema Malang yang dijadwalkan Rabu (12/6) di Stadion Letjen H Soedirman, akhirnya kembali gagal digelar karena Persibo tidak siap.

Persibo pun resmi tiga kali kalah WO di kandang sendiri karena sebelumnya juga tak bisa menjamu Arema IPL dan Persiba Bantul. Total musim ini Persibo empat kali kalah WO, termasuk saat tidak datang ke kandang Bontang FC. Malah, rentetan kekalahan tanpa bertanding bisa terus bertambah karena akhir pekan ini Persibo bakal menjamu PSIR Rembang.

Tanpa ada sepeser uang pun, tim berjuluk Laskar Angling Dharma juga terancam tak bisa melakoni laga away ke markas PSLS Lokhseumawe (22 Juni) dan Persiraja Banda Aceh (26 Juni). Tim Persema yang sudah berada di Bojonegoro akhirnya hanya sekadar liburan.

“Ya, kami seperti liburan. Persema sudah siap bertanding menghadapi Persibo hari ini. Tapi tuan rumah ternyata tidak siap, bahkan perizinan juga belum diurus,” jelas Pjs CEO Persema Malang Dito Arief. Dia juga menambahkan, pihak Persibo sempat meminta penundaan pertandingan.

“Kami jelas keberatan karena terlanjur datang ke Bojonegoro dan layak mendapatkan kemenangan WO. Akhirnya pihak Persibo pasrah saja dengan batalnya pertandingan,” tambahnya. Persema pun menambah tiga angka gratis tanpa berkeringat di Bojonegoro.

Sementara, manajemen Persibo tidak bisa dihubungi terkait batalnya pertandingan Indonesian Super League (IPL) tersebut. Hanya saja sebelumnya CEO Lukman Wafi mengakui Persibo tidak bisa memenuhi kebutuhan finansial untuk pertandingan yang diperkirakan di kisaran Rp150 juta.

Di Bojonegoro sendiri santer terdengar kabar bakal adanya pengusaha dari Jakarta yang bakal membiayai tim juara Piala Indonesia 2012 ini. Sayangnya kabar tersebut belum bisa dipertanggungjawabkan karena belum ada kepastian apa pun dari manajemen.

Sedangkan pemain Persibo juga sudah malas bertanding karena gaji dua bulan belum dibayar sejak penandatangan kontrak. Demikian pula gaji Pelatih Gusnul Yakin yang nunggak hampir enam bulan. “Saya menagih terus. Tapi ya begitu itu jawabnya. Suruh nunggu, entah sampai kapan” kata Gusnul dalam pesan singkatnya.